headerphoto

Memperingati Hari Bumi 22 April 2009

Senin, 20 April 2009 06:42:55 - oleh : admin

“Air Jatiluhur selalu kotor dan berbau, bisa menjadi Jernih

  Dan murni dengan metoda teknologi terkini atau metoda lama ?”

 

 

Hari bumi yang kita peringati setiap tahun, pada tanggal 22 April 2009 menjadi awal yang baik untuk memperhatikan kualitas air Bendungan Jatiluhur. yang merupakan aliran sungai Citarum yang mengalir di Hulu daerah Bandung sampi ke hilir di dataran rendah Karawang hingga sampai ke Jakarta.

 

Kualitas air di Bendungan Jatiluhur yang mudah kita amati adalah : dari warna air dan baunya. Karena hanya dengan menggunakan pengindraan langsung dari kita untuk mengetahui kualitas air di bendungan tersebut.

 

Jika kita menemukan air berwarna hitam di aliran keluar bendungan Jatiluhur. artinya kita bisa berpendapat kandungan bahan organik di dalam air tersebut cukup tinggi. Darimana bahan organik tersebut? Bisa kita teliti lebih lanjut : apakah dari pakan Jaring terapung? Atau limbah cair yang setiap hari di gelontorkan masuk ke dalam sungai Citarum. Mengalir mulai dari bagian Bandung dengan kawasan pabrik garmen atau buangan limbah domestic yang bertahun tahun telah berkumpul di sungai yang akan secara otomatis terbawa ke arah bendungan Jatiluhur.

 

Kemudian warna air sungai Citarum berwarna hitam : kita dapat menduga akumulasi bahan bahan limbah yang sudah larut pada air Sungai Citarum.

 

Bagaimanakan sistem penjernihan air yang dapat kita lakukan :

 

Metoda Penjernihan Air Lama

 

Metoda penjernihan dengan menggunakan tumpukan kerikil, pasir, ijuk, dan bahan kimia penjernih. Adalah metoda lama yang dapat digunakan untuk penjernihan air. Selain murah, bahan mudah didapat. Dan penggunaan yang tepat dapat menjernihkan air dan mengurangi bau.

 

Metoda Penjernihan Air Terkini/Modern

 

Metoda penjernihan ini menggunakan teknologi mekanikal dan elektrikal suatu sistem penjernihan. Dan penggunaan bahan kimia yang lengkap untuk menjernihkan air. Metoda ini memerlukan biaya tinggi untuk pengadaan kolam - kolam air penjernih, sistem pompa, sistem filtrasi, dan pemberian bahan kimia yang tepat yang semuanya diatur oleh suatu sistem pengontrol otomatis. Dan harus diawasi terus menerus untuk mencapai kualitas air yang ditentukan.

 

Ini dapat dibuktikan di Negara Maju. Dengan menggunakan teknologi ini air mengalir jernih, tidak berbau, dan banyak ikan hidup. Padahal air itu mengalir ditengah kota !! skala dunia yang dikepung oleh industri dan gedung pencakar langit.

 

 

Sampai saat ini Jnet terus memantau kualitas air Jatiluhur. dan bekerjasama dengan PJT2 untuk mempelajari kulitas air 5 tahun ke belakang. Dan laporan laporan lainnya pendukung penelaahan kualitas air di jatiluhur.

 

Sahabat Jnet : di hari bumi 22 April ini. Mari bergandengan tangan , membuka mata dan telinga. Karena lingkungan kita terdekat menjadi tanggung jawab kita juga bukan ?

 

Bumi hanya satu! Kita lestarikan bersama!

 

 

 

Heru pamungkas soil IPB

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Peduli Lingkungan" Lainnya