Tragedi Dini hari Jebolnya Tanggul air Situ Gintung 27 maret 09
Tragedi Dini hari Jebolnya Tanggul air Situ Gintung 27 maret 09,
( Mungkinkah Terjadi di bendungan Jatiluhur ? )
Masih terasa duka mendalam bagi sebagian warga di sekitar tanggul Situ Gintung yang jebol. Didaerah Cirendeu –Ciputat kab. Tangerang. Walau sudah berlalu sejak Tragedi dini hari jebolnya Situ Gintung 27 Maret 2009 pukul 02.00 dinihari.
Korban yang tercatat hingga hari ini 98 meninggal dunia. Dan 100 orang lebih belum diketemukan (Kompas, 31 Maret 2009). Kejadian yang begitu mendadak ditengah malam buta. Ketika sebagian orang masih tertidur lelap. Situ Gintung yang mempunyai luas 21 HA dengan ketinggian air 2-3 meter (dibangun tahun 1933 oleh Belanda). Langsung mengalirkan airnya dari Situ ke dataran yang lebih rendah..menuju Sungai Pasanggrahan di daerah Ciputat.
Air bah menenggelamkan rumah disekitar tanggul hingga 3 meter! dan menyapu mobil - mobil yang diparkir di depan rumah warga. Dapat dibayangkan mobil dengan berat 1-2 ton dapat dipindahkan air Bah Situ Gintung dan tersangkut dalam jarak lebih 10 meter dari tempat semula.
Sahabat
Jnet. Bendungan Jatiluhur dengan luar 8300 HA
( kurang lebih 300 Kali Situ Gintung!! ) dengan kedalaman air rata rata
20 – 30 meter saja. Dapat dibayangkan tekanan air yang ditahan oleh bangunan
bendungan Jatiluhur yang dibangun tahun 1957 oleh Insinyur insinyur bangsa
Perawatan sebuah bendungan sebesar Jatiluhur akan memakan dana yang tidak kecil dan harus dilakukan ahlinya. Saat ini Perum Jasa Tirta 2 yang bertanggung jawab terhadap perawatan bangunan sipil Bendungan dan melakukan perbaikan terus menerus agar bangunan bendungan tetap sesuai spesifikasi yang telah menjadi standard.
Dari pengamatan Jnet ke lapangan di area bendungan Jatiluhur untuk perawatan bendungan ada bagian khusus yang akan mempelajari setiap hari kondisi Bendungan. dan kantor pusat Perum Jasa Tirta 2 juga sudah berada di area Bendungan Jatiluhur. Sehingga jalur informasi dalam keadaan mendesak bisa segera diputuskan oleh Manajemen PJT2, pemerintah daerah dan PUSAT.
Dengan berkaca kasus Situ Gintung. Mari kita tidak saling menyalahkan kondisi kejadian itu. Tapi seluruh instanti terkait, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan seluruh warga masyarakat disekitar jalur Sungai atau Bangunan air lainnya dapat saling mendukung untuk menjaga kelestarian alam. Merawat bangunan air untuk keamanan bersama dan memberikan pendidikan lingkungan sejak dini bagi masyarakat luas dan sekolah sekolah.
Supaya kejadian di Situ Gintung Ciputat- Tangerang. Tidak terjadi di Bendungan Jatiluhur !!
Mari mulai saat ini kita pelihara kelestarian alam Sungai Citarum. Dari mulai hulu Sungai di dataran Tinggi Bandung, Melewati Bendungan Saguling mengalir ke bendungan Cirata dan terakhir di bendung oleh bendungan Jatiluhur. karena teknologi secanggih apapun akan sulit menaklukan kerusakan alam yang kita buat bersama dan tidak memperhatikan keharmonisan dengan alam.
AYO BEKERJA MULAI SEKARANG JANGAN TERLAMBAT!!
By heru pamungkas soil24 IPB
Penggiat Lingkungan Jatiluhur